PENGEMBANGAN MATERI AJAR MENULIS CERITA PENDEK BERBASISPENDIDIKAN KARAKTER BUDAYA LOKAL UNTUK SMA KELAS XI DI KABUPATEN GROBOGAN
Abstract
Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulumbaruyangdicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikanKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuahkurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswadituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi sertamemiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan KurikulumTingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikanpadasetiap satuan atau jenjang pendidikan (Kemendiknas, Ekspresi Diri dan Akademik:V). Kurikulum 2013 dirancang untuk menyongsong model pembelajaran abad21, yang didalamnya terdapat pergeseran dari siswa tahu menjadi siswa mencari tahudari berbagai sumber belajar sehingga peran bahasa menjadi sangat sentral. Kurikulum2013 menempatkan bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran sentral yang harusberada di depan semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2013:iii). Sejalan dengan peran pembelajaran bahasa Indonesia untuk SMA/SMKKelas Xyang disajikan dalam kurikulum 2013 disusun dengan berbasis teks, baiklisanmaupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana pengetahuan. Di dalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian pengetahuan dengan berbagai macamjenis teks. Seperti teks diskripsi, anekdot, eksposisi, dan masih banyaklagi. Pemahaman mengenai berbagai macam jenis teks tersebut dipelajari sesuai dengankonteks yang tengah di pelajari para siswa. Pendidik hanya sebagai fasilitator sedangkan siswa harus mencari sendiri secara aktif materi yang diajarkan setiappertemuannnya.
References
Atmojo, Bambang S.W. 1986. Kearifan Lokal dan Keragaman Budaya. Jakarta: Gramedia.
Ayatrohaedi, S., Maidar, G.A., dan Sakura, H.R. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Pedoman Penilaian Buku non-Teks Pelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Endraswara, Suwardi. 2003. Budi Pekerti dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
Harjito. 2007. Melek Sastra, untuk 17 Tahun Ke Atas. Semarang: IKIP PGRI Press.
Jabrohim (ed). 1994. Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jakobus, Ranjabar. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bandung: Alfabeta.
James, Sharon. 1987. “Effect of Listener Age and Situation of the Politeness of Children’s Directives”. Journal International of Psycolinguistic Research. Vol 7, halaman 307-315. (Diakses tanggal 15 Oktober 2015).
Kemendiknas. 2003. Undang-undang No. 20/2003 Sisdiknas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Khan, Yahya. 2010. Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri. Semarang: Pelangi Publising.
Koentjaraningrat. 2000. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.
Koesoema, A. Doni. 2007. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: Grasindo.
Kusmana, Suherli. Menulis Buku Pengayaan. http//suherlicenter. Blogspot. Com/2008/06/menulis-buku-pengayaan.html. Diunduh tanggal 15 Oktober 2015.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rodakarya.
Muslich, Mudzakir. 2009. “Penulisan Buku Teks yang Berkualitas”. Sumber: http//www. Buku Teks.com. (Diunduh tanggal 15 Oktober 2015).
Mustakim, Bagus. 2011. Membangun Delapan Karakter Emas Menuju Indonesia Bermartabat. Jakarta: Gramedia.
Nadeak, Wilson. 1989. Bagaimana Menulis Cerita Pendek. Bandung: Yayasan Kalam Hidup
Nippold et.al. 1982. “Development in the Use and Understanding of Polite Forms in Children”. Journal of Speech, Language, and Hearing Research. Vol 8, halaman 301-317. (Diakses tanggal 15 Oktober 2015).
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nursito. 1999. Ikhisar Kesusasatraan Indonesia. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
Rahmanto, B. 1998. Metode Pengajaran Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
Rahyono, FX. 2009. Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra.
Rosidi, Ayib. 2011. Kearifan Lokal dalam Persfektif Budaya Sunda. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.
Sayuti, Suminto A. 2009. ”Menuju Situasi Budaya “Yang Lain” dan Kearifan Lokal”. Makalah untuk Dialog Budaya. Pusat Studi Bahasa. Lemlit. UNY.
Sudjiman, Panuti. 1992. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sumarjo, Jakob dan Saini, K.M. 1991. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Supranto, J. 2000. Sumber Data dalam Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Tarigan, Henry Guntur. 1993. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
____________________. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tanuwijaya, Solchan dkk. 1986. Penelitian Kemampuan Apresiasi Murid Kelas III SLTP di Jawa Timur. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kedua). Jakarta: Balai Pustaka.
Tobroni, M. 2008. Obsesi: Jadi Penulis Beken. Jakarta: Mastara.
Tripp et al. 1990. ”Politeness and Persuasion in Children’s Control Acts”. Journal International of Pragmatics. Vol 14, halaman 4-19. (Diunduh tanggal 15 Oktober 2015).
Wismanto, Agus. 2013. Penulisan Kreatif. Semarang: IKIP PGRI Semarang Press.
Yunus, Syarifudin. 2015. Kompetensi Menulis Kreatif. Ghalia Indonesia.











