ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA PESERTA DIDIK KELAS II DI SD NEGERI SINABA
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membaca permulaan pada peserta didik kelas II di SD Negeri Sinaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas II di SD Negeri Sinaba. Kurangnya kemampuan membaca permulaan peserta didik tidak terlepas dari beberapa faktor, yakni peserta didik belum mengenal huruf – huruf abjad, kesulitan membedakan bentuk – bentuk huruf abjad, kemampuan penginderaan, minimnya penggunaan media pembelajaran, kurangnya dukungan keluarga dalam belajar membaca, serta kurangnya motivasi dan minat peserta didik dalam belajar membaca. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik kelas II sudah cukup baik, hanya saja masih terdapat beberapa peserta didik yang belum lancar membaca permulaan. Dari 32 peserta didik terdapat 5 peserta didik yang belum lancar membaca. Setelah dilakukan pendampingan serta bimbingan, 5 peserta didik tersebut terlihat mengalami peningkatan dalam mengenal huruf dan membaca dua hingga empat kosa kata.
References
Ismawantu, Agnes., dkk. (2022). Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Papan Pecahan Kelas Tinggi di SD Negeri Periuk Jaya Permai Tangerang. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar. 4 (2) hlm 344 – 351.
Yusuf, Syamsu. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.
Ariyati, T. (2014). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Penggunaan Media Gambar. Jurnal Pendidikan Usia Dini. 8 (1), 47 – 54.
Susanti, Elvi. (2014). Keterampilan Membaca. Bogor: IN MEDIA.
Ayu, Nuril., dkk. (2022). Pengaruh Kegiatan Pembiasaan Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin. Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan. 10 (1), hlm 267 – 277
Nurkholis. (2013). Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi. Jurnal Kependidikan. 1 (1), hlm 24 – 44.











