ANALISIS UNSUR INTRINSIK DAN KAIDAH KEBAHASAAN NASKAH DRAMA SEPASANG MERPATI TUA KARYA BAKDI SOEMANTO SEBAGAI ALTERNATIF PEMILIHAN BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

  • Dhenty Afrilianty Heryadi Universitas Pasundan
  • Dheni Harmaen
  • Rendy Triandy Universitas Pasundan
Keywords: Analisis unsur intrinsik, kaidah kebahasaan, naskah drama

Abstract

Analisis unsur intrinsik dan kaidah kebahasaan naskah drama Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Soemanto merupakan kegiatan memahami isi dan kebahasaan naskah drama. Penelitian ini bertujuan menganalisis isi naskah drama untuk dijadikan alternatif pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis. Metode ini mendeskripsikan data secara rinci yang nantinya ditafsirkan. Adapun hasil penelitian, yaitu: 1) Naskah drama Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Soemanto dibuat berdasarkan unsur intrinsik. Unsur intrinsik dalam naskah drama tersebut sesuai teori, yaitu tokoh dan penokohan, alur, latar, dialog, tema, dan amanat. 2) Naskah drama Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Soemanto ditulis berdasarkan kaidah kebahasaan. Naskah drama ini tersusun atas lima kaidah kebahasaan, yaitu kata kerja, kata sifat, kata ganti, kata sapaan, dan penggunaan kosakata sehari-hari. 3) Berdasarkan hasil validitas dari ahli, naskah drama Sepasang Merpati Tua Karya Bakdi Soemanto memperoleh nilai 5 (sangat tepat). Hasil penilaian menunjukkan naskah drama tersebut mudah dipahami, sesuai dengan tingkat perkembangan, dan pemahaman peserta didik. Kompetensi Dasar (KD) yang membahas unsur intrinsik dan kaidah kebahasaan yaitu KD 3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton. Dengan demikian, naskah drama Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Soemanto dapat digunakan sebagai alternatif pemilihan bahan ajar dalam pembelajaran di SMA.

References

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.
Claudia, V. S., Rakhmawati, A., & Waluyo, B. (2019). Prinsip kesantunan berdasarkan maksim Leech dalam kumpulan naskah drama Geng Toilet karya Sosiawan Leak dan relevansinya sebagai bahan ajar teks drama di sekolah menengah atas. BASASTRA Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya. 6(2): halaman 197–208.
Dewojati, C. (2010). Drama sejarah, teori, dan penerapannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Fahmi, R. F. (2017). Pembelajaran naskah drama melalui bedah naskah. Jurnal Forum Didaktik. 1(1): halaman 33–40.
Herawati, L., Kusuma, D., & Nuryanto, T. (2018). Analisis struktural naskah drama Raja Galau. Indonesian Language Education and Literature. 3(2): halaman 171–180.
Hudhana, W. D., & Mulasih. (2019). Metode penelitian sastra: teori dan aplikasi. Temanggung: Desa Pustaka Indonesia.
Kosasih, E., & Kurniawan, E. (2019). 22 jenis teks & strategi pembelajarannya di SMA-MA/SMK. Bandung: Yrama Widya.
Mulyadi, Y. (2017). Bahasa Indonesia untuk siswa SMA-MA/SMK-MAK kelas XI. Bandung: Yrama Widya.
Nugroho, A. (2018). Unsur pembangun naskah drama Gentayu Ulak dalam karya Rusmana Dewi. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran). 2(1): halaman 96–105.
Prastowo, A. (2018). Sumber belajar & pusat sumber belajar: teori dan aplikasinya di sekolah/madrasah. Depok: Prenadamedia Group.
Soemanto, B. (2006). Majalah dinding: kumpulan drama. Yogyakarta:
Published
2020-12-05